Home » Online Living

Mengirim Peti Mati Demi Buzz

6 June 2011 6,165 views 17 komentar

Di dunia daring ini menyebalkan ya. Ketinggalan beberapa jam saja sudah terasa basi. Termasuk berita ini nih. Baru bisa menulis sore hari, padahal berita hangatnya sudah berlalu tadi siang. Sejak tadi pagi ramai banget di Twitter, karena beberapa orang di kantornya menerima bingkisan peti mati. Awalnya dikira lelucon, tapi ketika semakin banyak yang melaporkan menerima, ternyata memang ada seseorang yang serius melakukannya.

Sempat tadi usai meeting di salah satu advertising agency di Kelapa Gading, pas banget kantor tesebut kedatangan bingkisan serupa. Sebuah mobil jenasah parkir di depan kantor tersebut. Di dalamnya ada sekitar 4-5 peti berukuran panjang 1 meter. Salah satu peti memang ditujukan kepada petinggi advertising agency tersebut. Lalu sempat ngobrol dengan kurirnya, kalau ia masih harus mengantarkan 2 peti mati ke 2 pihak lagi. Sebelumnya ia telah mengantar ke beberapa tempat. Ada pihak yang mau menerima peti mati tersebut, ada yang tidak mau menerima.

Saat perjalanan pulang dari meeting, sudah muncul berita di Detik.com tentang siapa pelaku di balik pengirimannya. Ringkasan berita hari ini juga bisa dibaca di Jakarta Globe. Kok ya bisa, yang mengirimkannya ternyata adalah seseorang yang memang sudah bisa dibilang senior di dunia marketing.Kalau kenal dengan orangnya, pasti tahu kalau Sumardy ini sejak setahun belakangan ini mencoba menawarkan konsep marketing barunya, yakni word of mouth marketing. Menurutnya, marketing dengan cara tradisional itu sudah mati, dan tidak relevan lagi di era sekarang. Sudah saatnya brand menggunakan cara baru, yang mengundang banyak orang untuk ramai membicarakannya.

Hari ini memang akan menjadi peluncuran perdana kantor baru dan buku terbarunya, yang memang spesialisasi di bidang tersebut. Katanya di Twitter pagi tadi, “If you’re not TALKABLE, you’re BORING. Let’s make a talkable monday! 🙂” Memang apa yang diharapkannya benar-benar terjadi. Seharian ini semua orang membicarakan aksinya.

Sebagai seseorang yang mengaku “pakar” word of mouth, bisa jadi ia sendiri tak menduga dampaknya bisa seheboh ini. Sialnya, masyarakat umum melihatnya sebagai kampanye negatif. Aksi ini pun akhirnya malah menjelekkan namanya sendiri. Apalagi kini sampai polisi mendatangi kantornya, menggiringnya ke polsek, bahkan menganggapnya sebagai aksi teror.

Adalah sesuatu yang konyol saat membuat sebuah kampanye marketing yang berhubungan dengan keresahan masyarakat. Efek buzz-nya memang tinggi, tersebar dengan sangat cepat. Namun resikonya juga tinggi, karena besar kemungkinannya berbalik menyerang diri sendiri.

Nah, sekarang tunggu saja apa aksi selanjutnya dari Sumardy dan kantor barunya ini. Kalau memang ia pakar word of mouth, seharusnya ia bisa mengubah yang negatif menjadi positif. Aksi yang pastinya akan sangat sulit, karena sudah banyak orang yang tersakiti dan tersinggung setelah melihat peti-peti mati itu langsung ada di hadapannya.

Baca juga artikel blog Unspun yang langsung menerima peti mati serupa di kantornya.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

17 komentar »

  • basibanget :

    pertamax kah?

  • bukik :

    Persoalan utama adalah peti mati itu dikirimkan
    Pelaku mengirimkan ke suatu pihak/orang tertentu. Nah yang dikirimi menjadi obyek.
    Pada titik ini, justru bisa jadi pola komunikasinya sama saja dengan marketing tradisional, menjadikan orang sebagai obyek
    Dan orang yang menjadi obyek itu bisa merasa tidak senang dan melakukan tindakan hukum

  • -tikabanget- :

    keduax deh.

  • joe :

    aneh dan sensasional, cara untuk menarik perhatian yang tidak lazim
    joe baru saja menulis..Sejarah Panjang Smiley

  • Alderina :

    Kalau lihat di salingsilang.com itu kata peti mati naiknya sungguh sangat dahsyat, melejit begitu lah.

    Jadi gini ya, dengan background sebagai berikut :
    1. Tidak mendapatkan kiriman sehingga tidak secara fisik melihat peti mati
    2. Tidak memiliki anak
    3. Tidak menganggap kematian adalah hal yg menakutkan

    Maka bagi saya, Sumardi berhasil sekali menciptakan perbincangan. Bahkan sampai anggota DPR ikut memberikan komentar. Sayangnya dia tidak ada koordinasi dengan pihak berwajib. Kemudian juga di Indonesia ini ada nilai-nilai yang membuat kiriman peti mati menjadi tidak disambut dengan baik, bahkan dikutuk. Pertama, di Indonesia, orang berpikir itu adalah doa untuk mencelakai yang dikirimi. Kedua, di Indonesia dengan orang-orang yang sangat mudah kepancing emosinya ini, emosi duluan yang kena dan emosi yang ditimbulkan dari melihat peti mati serta membaui bunga-bungaan adalah emosi yang negatif, yang terlintas di pikiran adalah segala hal yg pedih dan seram.

    Sungguh sayang karena websitenya masih belum siap. Seandainya websitenya sudah siap, mungkin efeknya tidak separah sekarang. Karena orang bisa baca di websitenya apa yang sedang dilakukan oleh pengirim peti mati.

    Saya pikir, sungguh sayang sekali. Sayang sekali. Meski pun peti mati juga seharusnya jadi bahan untuk kita merenung ya, kalau kehidupan ini cuma bentar dan kematian tidak pernah diprediksikan.

    *dikirimkan sambil berdoa semoga ngga ada yg tersinggung*

  • sibair :

    waw komentar mbak popon joss!! 😀

  • Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen :

    Agak susah juga ya bilang : apakah ini campaign yang berhasil atau tidak. Pro dan kontra, pastinya.

    Namun lepas dari itu, saya kira Sumardy menjadi terkenal, dan penjualan bukunya saya menduga akan meledak.

  • Putra :

    Bukannya justru si Sumardy yang ketinggalan jaman dengan konsepnya ya? Bukannya Word of Mouth itu sudah ada dari jaman baheula, dari jaman kita belom mengenal media konvesional seperti tv, koran, dll. Mungkin si Sumardy ini orang dulu yang masuk ke jaman sekarang pake mesin waktu. ckckck

    menurut ku cara kampanye yang paling inovatif sekarang adalah IMC (Intergrated marketing communication). orang kreatif itu bukan cuma pake satu cara, tapi dia bisa menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai cara( Advertising, PR, BUZZ, Ambient, Socmed, etc) untuk menyampaikan pesannya kepada khalayak.

    Jadi si Sumadi ini bukan menggunakan cara invasi, tapi cara inobasi

    demikian

  • BLOG Update Banget :

    Rasanya sumardi memberikan banyak pelajaran berharga, khususnya tukang marketing. Dan respon yg kurang baik dr masyarakat umum ini menandakan banyak orang yg masih takut mati yg datangnya jg tak bisa ditebak 😥

  • azizhadi :

    Komenku termasuk basi engga ya ? hehe.. ini sih sebenarnya kreatif, tetapi aoa boleh buat kalo responden terbanyak mengatakan ini tidak kreatif..

  • Ddome :

    @Putra.. Justru beliau membangkitkan kembali dari kubur, bahwa Word of Mouth saat ini merupakan salah satu sistem pemasaran yang worth. Apalagi budaya orang Indonesia yang suka ikut2an… 🙂

    Tanpa sadar orang akan minta rekomendasi dari orang lain untuk membeli sesuatu (automatically that’s word of mouth). Contoh lain seperti fenomena Peti Mati ini. Ga eksis deh kalau ga ngebahas atau ikutan mengkritik dan mencaci itu.

    Taruhan deh siapa lagi yang berani berbuat hal segila itu (Pitra might be?.. haha). Hal itu menunjukkan bahwa dunia marketing itu penuh kejutan dan extraordinary. Welcome to the new wave of Marketing,even you like it or not.

    Kita lihat apa yang akan terjadi nantinya, dan bagaimana dia memperbaiki image negatifnya… Tapi action beliau benar-benar menampar dunia periklanan. Coba deh perhatikan penjualan buku beliau, and u will realize that WOM is soooo worth!.

  • belajar forex :

    Menurut saya, Sumardi berhasil unutk menjadi perbincangan hangat minggu ini, sampai-sampai terkait oleh polisi juga.Heboh…tapi pasti selalu ada pro dan kontranya.

  • rumah dijual :

    Menurut saya, Sumardi itu berhasil membuat masyarakat geger dengan aksinya itu. Dan menjadi perbincangan. Tapi sayang, dya menjadi kasus aksi teror dh.

  • faceleakz :

    mungkin menurutnya kematian itu adalah lelucon.

  • faceleakz :

    sangat mengerikan pstinya.

  • Kerajinan Jepara :

    Horor gan… peti matinya.

    kaligrafi jepara

  • Obat Anti Rokok :

    masih menunggu saran dan bimbingan para pakar…
    merketing sehat! tentunya..
    Obat Anti Rokok baru saja menulis..Kebakaran Gunung Sumbing Diduga karena Puntung Rokok

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge