Home » Online Branding

Menulis Pengalaman Berkendara Melalui Blog

22 August 2011 5,422 views 8 komentar

Sekarang setiap kali melihat kampanye brand di ranah daring, pasti kalau nggak dilakukan di Twitter ya di Facebook. Dahulu kala sebelum dua situs social media ini populer, beberapa brand melibatkan blogger dalam aktivasinya. Sekarang juga masih sih, cuma polanya standar. Para blogger diundang ke acara, entah sesuai entah nggak dengan karakteristik bloggernya, pokoknya diundang. Padahal nggak selalu acara itu menarik untuk didatangi. Artinya, nggak selalu acara itu bisa menjadi pengalaman menarik bagi blogger untuk lalu diulas di blognya.

Salah satu hal yang menarik adalah keberanian Nissan Motor Indonesia ketika merilis seri March. Melalui situs promonya,Β Nissan mengundang 28 blogger untuk merasakan mobil ini selama 7 hari berturut-turut. Nissan menyediakan 7 mobil Nissan March untuk 7 blogger setiap minggunya. Blogger bebas membawa mobil ini kemana-mana.

Syaratnya? Si blogger diminta untuk menulis pengalamannya berkendara setiap hari di blognya. Total akan ada 7 tulisan terkait dengan pengalaman blogger ini di blognya. Isi tulisannya bebas. Mau kritikan, mau celaan, mau pujian, asalkan memang dilandasi pengalaman objektif si blogger dalam berkendara (asalkan tentunya bukan tulisan yang terkait SARA). Di akhir program, pihak Nissan akan menilai siapa di antara 28 blogger ini yang menang dan berhak berjalan-jalan ke Jepang gratis.

Langkah yang dilakukan Nissan memang lumayan berani. Hingga saat ini belum pernah ada mobil yang dipinjamkan kepada netizen dalam jumlah sebanyak ini. Dulu memang Toyota pernah melakukan hal serupa, namun waktu itu hanya 1 mobil yang diserahkan bergilir kepada blogger terpilih (yang kebanyakan berpendapatan menengah ke atas).

Hingga saat ini, dari tulisan-tulisan para blogger yang sudah berpartisipasi, memang belum ada yang mengarah pada sentimen negatif (entah kalau terlewat baca ya). Yang ada umumnya berupa usulan atau rekomendasi yang menuju perbaikan yang lebih positif. Testimoni pengguna memang penting, apalagi kalau itu dilandaskan pengalaman yang objektif. Tentunya tidak ada yang lebih objektif lagi selain penilaian para blogger di dalam blognya masing-masing. Selanjutnya, para calon konsumen yang membaca ini bisa menilai sendiri, sebelum memutuskan melakukan pembelian atau tidak.

Sebenarnya ingin ikutan juga sih aktivitas ini, namun karena males banget menyetir di Jakarta, jadi nggak tertarik untuk mendaftar. Seandainya Nissan menyediakan supir (gratis) juga, pasti mau deh kemarin daftar (maksa). Anda sudah bisa menyimak teman-teman blogger yang sudah merasakannya sendiri di batch pertama. Simak tulisan Simbok Venus, Anggie Sukarno, Amir Karimuddin, dan Cesar Sidolisa ini sebagai contohnya. Ingin tahu juga sih, seandainya ada nih satu blogger yang nggak puas saat mengendarai Nissan March, lalu menuliskannya ketidaksukaan itu di blognya, apa yang akan terjadi ya?

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

8 komentar »

  • bukik :

    Iya, aku menyimak postingnya mbok dan cesar. Tapi baru tahu ceritanya dari posting ini. Sepertinya menarik. Memang beresiko besar melepas sekian banyak mobil tapi hasilnya memadai kok.
    Tentang sentimen negatif?

    Gini, posting berbayar itu membosankan, garing. Sumpah. Kalau ada yang komentar, itu karena masih kagum sama bloggernya.

    Justru ketika bloggger menulis pengalaman kesehariannya yang bisa positif maupun negatif, akan lebih seru dan mendapat komentar. Jadi hangat, sehangat martabak untuk buka puasa nanti *eh
    bukik baru saja menulis..Kado Merdeka Kami Untuk Negeri | #17an

  • imammtq :

    kapan hari di twitter kan pernah pernah ada yg nawarin, siapa blogger yg mau bawa mobil ini.

    tentang blogger bawa mobil, trus diminta nulis pengalamannya..
    model seperti itu sebetulnya udah sering dilakukan produsen mobil untuk para wartawan.

    saya kira program itu lebih kepada perluasan sebaran media saja.
    sisi positifnya, sekarang blogger posisinya disejajarkan dengan jurnalis.

    tapi menarik untuk mengamati apa yg dilakukan nissan dengan blogger experience-nya, toyota dengan para entrepreneur lewat #worldismine , sirion dengan flashmob-nya.

    baru lihat juga kapan hari di metrotv: ekspedisi eurosia fastron (dan toyota foutuner) << akan tambah menarik kalau yang seperti ini bisa diaktivasi juga di ranah daring.
    imammtq baru saja menulis..imammtq: Nek iki lucu tenan :)) >> @ragilduta: Sini aku adzanin, gelem? *minggat* *njrantal* RT @ekpurwanto: Lama Bener Maghribnya

  • imammtq :

    eh eh.. ternyata #theworldismine itu juga bagian dari program besar toyota yg ada ekspedisi eurosia-nya. πŸ˜›
    imammtq baru saja menulis..imammtq: Nek iki lucu tenan :)) >> @ragilduta: Sini aku adzanin, gelem? *minggat* *njrantal* RT @ekpurwanto: Lama Bener Maghribnya

  • Kurnia Septa :

    kalau begini, reviewnya bisa maksimal, bisa merasakan sendiri tanpa didekte oleh yg minta. Kebanyakan orang mungkin gak tega memberi nilai negatif jika itu berbayar πŸ™‚
    Kurnia Septa baru saja menulis..Menikmati Blogging Sebagai Proses dan Investasi Jangka Panjang

  • Sriyono Suke :

    mobil apa yang biasa dinaikin sang blogger pasti juga berpengaruh pada komentarnya, misal Mas Pitra biasa naek Nissan Fairlady, klo mau jujur mungkin akan bilang, ini mobil apa gerobak ya… Hihihihi… Mirip saat seorang temen yang minta dibeliin jazz, saat bokapnya pinjem mobil tersebut, komentarnya mobil kok kayak gini to rasanya…. Yaiyalah om jangan dibandingin dengan camry doooong… πŸ˜€

  • LUKISANINDO :

    udah byk pengalaman nich…………..Nice…
    LUKISANINDO baru saja menulis..HOME

  • SL.com :

    Semua produk dibuat utk kebaikan.. tapi secara jujur kita selalu mencari kekurangan-nya.. seperti kurang kencang, kurang besar, kurang lebar, kurang kecil, kurang bagus, atau kemahalan. Ada banyak sekali alasan pribadi “menjelekkan” sebuah produk kalau sifatnya subjektif.

    Sekarang, kenapa kita tidak mencari sisi kelebihan-nya? Ya, disini tinggal disesuaikan aja niat masing2 pribadi blogger dalam hal menulis.

    Dicari blogger otomotif yang lebih banyak lagi.. dan lebih kreatip.
    SL.com baru saja menulis..Comment on First Impresion New Honda Blade 2011 by Cecep Sunariya Yudansha

  • JUAL LUKISAN MURAH :

    mantap artikelnya..makasih

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge