Home » Online Living

Cerita Tentang Diri di Publik Maya

11 April 2012 3,953 views 14 komentar

Perjalanan hidup kita selalu penuh dengan cerita. Kadang menarik, kadang membosankan, kadang butuh sesuatu untuk dikenang, kadang ada beberapa hal yang tak ingin lagi kita ingat. Pastinya di masa datang tetap akan datang momen dimana kita rindu mengingat peristiwa yang dialami di masa lalu. Kalau dulu kita merekoleksi ingatan melalui album foto cetak. Kini kita bisa mengingatnya melalui perjalanan kita di social media. Lebih mudah, gampang dicari, dan kita bisa mengingat setiap peristiwa dengan lebih detil.

Untuk penulis pribadi sih, lebih suka merekam kegiatan yang menyenangkan melalui tulisan di blog dan ebook. Beberapa perjalanan memori juga dilakukan melalui jepretan foto di Instagram. Setiap orang bisa melakukan dengan caranya masing-masing. Ada yang mengunggahnya jepretan fotonya di Flickr. Ada yang puas hanya dengan menulis status update hidupnya di Facebook atau Twitter.

Kalau diperhatikan ya, sepertinya salah satu tren social media belakangan ini adalah kesempatan lebih luas untuk bercerita tentang diri sendiri. Semakin banyak fitur yang disajikan dalam dunia social media yang memvisualkan cerita tentang kehidupan diri kita sendiri.

Yang paling terlihat adalah format timeline di Facebook. Kita bisa melihat profil seseorang di Facebook melalui runutan waktu. Sejak awal orang itu lahir, pertama kali bergabung di Facebook, hingga cerita tentang orang itu hingga saat ini. Semua status update, foto, video, aktivitas yang kita lakukan dengan aplikasi pihak ketiga (seperti Path, Instagram, Tumblr, dll) tersaji berurutan di timeline. Kita jadi bisa membaca perjalanan cerita orang dari waktu ke waktu.

Pernah coba About.me kan? Situs tempat kita membuat “kartu nama” berupa halaman pribadi di ranah daring. Kita bisa bercerita singkat/panjang tentang profil kita di sini. “Kartu nama” ini bisa kita tambahkan foto satu layar penuh supaya lebih merepresentasikan karakter kita. Masih kurang lengkap? Silakan tambahkan tautan ke blog, YouTube, LinkedIn, Twitter, Facebook, dll. Intinya, About.me adalah tempat kita bercerita singkat tentang karakter kita di publik maya.

Hidup kita tidak selalu di depan komputer, namun hampir setiap saat kita memegang smartphone. Social media semakin tak lepas dari jari kita. Kita pun akhirnya bisa bercerita tentang diri kita melalui smartphone. Salah satu yang tren sekarang adalah Path, yang bisa dipakai di iOS dan Android. Di Path jumlah teman kita dibatasi. Tujuannya memang supaya yang bisa membaca kisah kita hanyalah teman-teman terdekat kita saja.

Aplikasi Path sebenarnya tak berbeda jauh dengan apa yang sudah ditawarkan oleh Facebook, namun orang suka menggunakan aplikasi ini karena privacy-nya lebih terjaga, selain memang karena tampilan antarmukanya yang memang menarik. Path menyajikan setiap tulisan/foto/video/dll dalam format timeline. Kita bahkan bisa “tidur” dan “bangun” di Path. Aplikasi ini menarik digunakan untuk kita yang ingin berbagi cerita diri namun hanya pada orang-orang tertentu saja.

Karena orang suka bercerita tentang dirinya sendiri, nggak salah ketika Intel membuat kampanye Museum of Me langsung sukses. Dengan Facebook Connect, aplikasi di situs ini akan mengambil tulisan, foto, video yang terakhir kita unggah di Facebook. Semuanya disajikan dalam bentuk museum. Idenya sungguh menarik, karena setiap orang punya ceritanya masing-masing.

Yang paling menarik adalah kalau cerita tentang diri kita di publik maya itu akhirnya bisa dikompilasi. Apalagi dicetak, dijadikan buku, yang bisa kita buka sewaktu-waktu seperti yang dilakukan DHL dengan Social Memories-nya. Aplikasi ini akan merekam semua status update kita sejak tahun 2009. Kita bisa me-layout buku sesuai template yang disediakan. Hasil buku ini sendiri bisa kita tampilkan sebagai galeri di Facebook atau bisa kita pesan dengan membeli gift voucher terlebih dahulu.

Ada banyak cara untuk berbagi cerita di publik maya. Silakan pilih yang sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

Kredit foto: Agdemesa.

Artikel ini ditulis oleh: Pitra Satvika (@pitra)
Sehari-hari bisa ditemui di Stratego, sebuah digital agency yang membangun pengalaman digital untuk brand di ranah online dan event. Pecinta social media, fotografi, dan menulis. Penulis blog ini sejak Juli 2005.

14 komentar »

  • yadi :

    mantab gan artikel nya, salam kenal

  • budiono :

    ketika asik di dunia maya, semoga tidak asik meninggalkan realita..
    budiono baru saja menulis..Instagram for Android

  • snatos :

    asal jangan kepedean ky ni http://www.youtube.com/watch?v=ClVwDe_260Y

  • Kurnia Septa :

    kayaknya ini terinspirasi dari rajin ngeblog di blog personalnya pitra
    Kurnia Septa baru saja menulis..Bukan Hanya Penikmat Tetapi Juga Pembuat Konten di Internet

  • Cak Imam :

    Memang enak baca cerita pribadi orang, lebih menginspirasi
    Cak Imam baru saja menulis..Jus apel, tomat dan wortel

  • tricajus :

    boleh” aja,, asal jangn terlalu narsis/kepedean

  • Aji :

    Dunia maya kalau Kita tidak smart me-manage ibarat katak yang hidup dalam tempurung ‘A Like An Idiot’
    Aji baru saja menulis..Bisnis Digital

  • Aji :

    Dunia maya ibarat lautan tanpa batas,must smart to manage if won’t lose Our journey
    Aji baru saja menulis..Bisnis Digital

  • sepriyanto :

    nice posting….tq
    sepriyanto baru saja menulis..Merajuk Keharmonisan Dengan Kehidupan

  • jodhi pradana :

    salam kenal y,
    tukeran link yuk http://jodhipradana.xtgem.com

  • Flo :

    Menarik…asal jangan lupa sign in ke real life jugaa 😀

    Salam kenal,
    http://larismedia.blogspot.com/

  • obat alami demam berdarah :

    ikut menyimak gan 🙂
    thanks gan artikelnya semoga bermanfaat

  • Hanggar PS :

    Huum blognya bagus banget menginspirasi banget ini blog. Bagaimana cara bikin tema seperti ini yah

  • Edi Purnomo :

    Salam kenal bro… bakat nulisnya keren.. ikut belajar dong.

Tinggalkan komentar Anda!

CommentLuv badge