Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Kategori Online Living

Online Living »

[4 Nov 2011 | 34 komentar | 9,849 views]
Courtesy of YouTube

Kalau ada program yang lagi tren di satu stasiun, yang lainnya pasti mengekor. Apalagi kalau programnya bisa diproduksi dengan biaya murah. Yang lagi happening belakangan ini adalah program TV yang berisikan kompilasi dari YouTube. Nggak susah kok buatnya. Cari konten di YouTube (yang bisa dipilih dari ribuan banyaknya), unduh videonya pakai KeepVid atau KissYouTube atau sebangsanya. Tambahkan host yang jadi pengantar, isi dengan ilustrasi musik baru, dan jadilah satu program baru. Yakin deh, satu episod program ini bikinnya pasti cuma dalam hitungan jam.

Online Living »

[31 Oct 2011 | 15 komentar | 7,333 views]
Digital Media di Indonesia

Tahun ini adalah tahun kedua mahasiswa Singapore Management University jurusan Corporate Communications membuat studi digital media tentang Indonesia. Kebetulan tahun ini tim yang membahasnya beranggotakan 2 orang mahasiswa asal Indonesia. Seperti tahun lalu, tim tahun ini juga membuat infographics yang sama menariknya. Data-data ini dikompilasi dari banyak sumber. Lebih lengkap tentang data ini bisa dicek di wiki di tautan ini.

Online Living »

[25 Oct 2011 | 13 komentar | 5,550 views]
Pencarian Ide Desain

Mentok mencari ide untuk kebutuhan proposal desain kampanye digital brand? Jangan sampai lah ya. Ide selalu bisa dicari dan bisa datang dari mana saja kok. Mencari referensi demi pencarian ide sudah sangat mudah sekarang. Modalnya cuma satu, googling. Kalau kita tahu yang mau dicari, referensi akan langsung datang di layar kita.

Online Living »

[18 Oct 2011 | 10 komentar | 4,116 views]
Merekam Jejak Tweet

Seringkali saat mengamati suatu kejadian menarik di social media, ada hasrat keinginan untuk menuliskannya di blog. Tujuannya baik, untuk mendokumentasikan peristiwa itu, sehingga bisa jadi pelajaran yang bisa diingat bersama. Apalagi rangkaian percakapan di Twitter akan cepat hilang dari pencarian, sehingga blog menjadi medium yang tepat untuk merekam rangkuman percakapan itu.

Online Living »

[24 Aug 2011 | 10 komentar | 15,696 views]
QR Code, Masih Relevankah?

Tahu kan QR Code? Itu loh, gambar coret-coret (umumnya) berwarna hitam putih, dengan 3 dari 4 sudutnya punya bentuk kotak. Bentuknya terlihat seperti kode lah. Kasat mata nggak bisa diartikan apa-apa, karena membutuhkan aplikasi tambahan yang terinstal di ponsel untuk bisa mengartikannya. Di Indonesia, beberapa brand mulai menggunakan QR Code ini untuk materi promosi mereka, bahkan Pocari Sweat pernah menjadikan kode ini sebagai elemen desain promosi kampanye Ionopolis di billboard-nya.

Online Living »

[20 Aug 2011 | 10 komentar | 4,101 views]
Adiksi Twitter

Usia Twitter di Indonesia sudah cukup lama. Sudah banyak kreativitas bermunculan di ranah Twitter. Banyak contohnya bisa dilihat di artikel-artikel terdahulu. Banyak orang yang tak bisa melepaskan diri dari Twitter. Rasanya seperti ada yang kurang kalau tidak menulis tweet dalam sehari. Rasanya ada yang hilang kalau sehari saja tidak berinteraksi dengan sesama pengguna Twitter lainnya. Untuk yang terbiasa menggunakan mobile untuk Twitter, pasti akan merasa janggal jika jari-jari tak bergerak menyusuri linimasa di ponsel kita.

Online Living »

[12 Jun 2011 | 11 komentar | 6,510 views]
Bermain Android Honeycomb

Masih ngomongin Android, belakangan ini semakin menikmati kembali penggunaannya, terutama sejak memegang sebuah tablet Acer Iconia yang ber-OS Honeycomb. Haha, rasanya beda banget lah, karena berbeda dengan OS Eclair, Froyo, atau Gingerbread, OS Honeycomb ini memang didesain untuk ukuran tablet 10 inci. Salah satu aplikasi keren yang tertanam langsung saat pegang Acer Iconia adalah Google Music. Anggaplah ini semacam Media Player-nya Honeycomb, dengan tampilan yang menarik.

Online Living »

[6 Jun 2011 | 17 komentar | 6,051 views]
Mengirim Peti Mati Demi Buzz

Di dunia daring ini menyebalkan ya. Ketinggalan beberapa jam saja sudah terasa basi. Termasuk berita ini nih. Baru bisa menulis sore hari, padahal berita hangatnya sudah berlalu tadi siang. Sejak tadi pagi ramai banget di Twitter, karena beberapa orang di kantornya menerima bingkisan peti mati. Awalnya dikira lelucon, tapi ketika semakin banyak yang melaporkan menerima, ternyata memang ada seseorang yang serius melakukannya.