Home » Arsip

Arsip Artikel dengan Tag “brand”

Online Branding »

[14 Jun 2010 | 17 komentar | 8,225 views]
Lapang Dada dan Memohon Maaf

Sore tadi di Twitter sempat terjadi keramaian karena aktivitas daring brand Nissin Wafers di Facebook. Kalau asal-muasal ceritanya bisa disimak di blog Maverick (hihi, bisa ketahuan tuh siapa penyebar awalnya :D). Tulisan ini bukan untuk membahas kesalahan brand tersebut, terlepas dari pilihan alasannya untuk meminta maaf. Tulisan ini lebih untuk menjadi pengingat kepada brand dan agency yang mewakilinya, kalau pengguna media sosial di negeri ini bisa sangat pedas dalam mengkritik bila menemukan seseorang yang dianggap berbuat salah.

Online Branding »

[15 Mar 2010 | 17 komentar | 20,227 views]
Kontes Berbasis Angka di Ranah Daring

Salah satu yang biasanya (lebih baik) dihindari saat melakukan kampanye daring adalah kontes yang meminta kita untuk meraih suatu target yang berbasis angka. Bentuknya bisa bermacam-macam dari, sistem voting, polling, hingga kontes tinggi-tinggian score dalam sebuah game. Segala hal yang berhubungan dengan angka memang akan mempermudah kuantifikasi penilaian secara sistem. Namun yang sering dilupakan, segala hal yang berhubungan dengan angka akan mengundang tangan-tangan jahil untuk melakukan hacking. Mumpung isu ini lagi ramai dibahas di milis KopdarJakarta, sekalian saja dibuat posting-nya.

Online Branding »

[3 Jan 2010 | 9 komentar | 7,496 views]
<em>Microsite</em> dan Facebook Fan Page

Sekitar 2-3 tahun lalu, brand selalu membuat microsite untuk kampanye daring mereka. Mereka memusatkan kampanyenya melalui situs yang mereka kembangkan sendiri. Aktifitas kampanye dilakukan seluruhnya di dalam microsite. Sepanjang promosi gencar dilakukan di radio, televisi, dan portal ternama, traffic kunjungan ke microsite selalu tinggi. Sebaliknya pula, kalau promosi membangun awareness pas-pasan, traffic kunjungan pun tak seberapa tinggi pula.

Online Branding »

[21 Dec 2009 | 29 komentar | 7,377 views]
<em>Brand</em> dan Blogger

Sekitar 2 tahun lalu, para blogger (setidaknya yang populer dan punya massa) sangat senang ketika diundang oleh sebuah brand. Mereka melihat ini sebagai sesuatu yang baru, yang sangat menarik untuk dijadikan bahan ulasan dalam blog. Namun semakin lama, undangan ke para blogger semakin sering. Isi acara dari satu brand ke brand lain hampir tak berbeda satu dengan lainnya. Sesuatu yang awalnya bersifat spesial lama kelamaan menjadi seperti rutinitas.

Online Branding »

[2 Sep 2009 | 18 komentar | 7,831 views]
Aktivitas Brand Indonesia di Twitter

Sudah seminggu lebih nggak menulis blog, karena energinya difokuskan untuk memfinalisasikan buku ke-3. Tema kali ini tentang microblog. Membahas tentang Plurk dan Twitter, serta bagaimana kita bisa memanfaatkannya secara optimal. Seperti dua buku terbitan sebelumnya, fokus pembahasan utama bukan pada ‘how to‘ ya. Buku ini lebih banyak membahas tentang manfaat microblog, peristiwa sosial apa saja yang terjadi di dalamnya, kisah brand dan selebriti Indonesia yang menggunakannya, hingga rujukan situs relevan yang bisa dipakai untuk menganalisa percakapan dalam microblog.

Online Branding »

[5 Aug 2009 | 52 komentar | 13,826 views]
Mengajak Blogger Berpartisipasi dalam Acara <em>Brand</em>

Makin lama makin banyak brand dan perusahaan yang diwakilinya mengadakan acara yang khusus untuk para blogger. Rupanya blogger, dengan segala “ketenaran”-nya menjadi lirikan baru para brand untuk melakukan program aktivasinya. Para pemilik brand tentu sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi perilaku para media, termasuk dalam menyelenggarakan konferensi pers. Para pemilik brand juga sudah berpengalaman berhadapan langsung dengan para konsumennya langsung melalui beragam program aktivasi brand di beragam event.

Online Branding »

[8 Jul 2009 | 10 komentar | 7,655 views]
Saat <em>Brand</em> Berkampanye Melalui <em>Channel Social Media</em>

Sampai sekitar 3 tahun lalu, saat portal informasi masih menjadi tujuan utama pengguna internet Indonesia, pola berkampanye brand di ranah daring masih menggunakan pola sama. E-Advertising mereka lakukan dengan cara memasang iklan brand di spot-spot portal dan membayar sewa spot itu selama minimal sebulan. Tak beda dengan apa yang brand lakukan di media cetak dan televisi. Sekeren-kerennya desain brand, informasi yang disampaikan masih tetap satu arah, dari produsen ke konsumen.

Online Branding, Online Communities, Online Living »

[7 Jul 2009 | 7 komentar | 8,395 views]
Ekosistem Saling Menguntungkan di Ranah Daring

Meriahnya social media tak lepas dukungannya dari para pengguna yang semakin aktif memanfaatkannya. Tanpa pengguna yang menyumbang konten, situs social media tak akan ada apa-apanya. Selain sebagai penikmat video-video di YouTube, pengguna ikut pula mengirimkan karyanya, membuat mereka menjadi seorang prosumer. Mereka membaca blog, dan ikut pula menulis di blognya sendiri, terkadang menanggapi tulisan blogger lain, sehingga menciptakan percakapan yang menghidupkan situs-situs seperti Technorati dan Feedburner.